Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar(selanjutnya disebut IBD), karena juga disebut disiplin ilmu maka IBD memiliki beberapa tujuan kenapa kita harus mempelajarinya:
- Lebih Peka terhadap Masalah dan Kebudayaan, yang dimaksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan dapat mengasah hati dan pikiran kita untuk lebih peka terhadap masalah yang ada di sekitar kita dan kebudayaan yang makin ke sini makin tergurus oleh derasnya arus globalisasi. Adapun contohnya adalah berkurangnya minat para pemuda/i terhadap kesenian lokal yang merupakan aset kebudayaan yang sebenarnya harus selalu dijaga karena ramainya media yang menyodorkan keseninan asing dengan terbungkus sangat indah, nah, di saat seperti inilah, kita yang mempelajari IBD diharapkan ikut berpartisipasi dalam terus menjaga kesenian lokal kita.
- Mengusahakan Kepekaan terhadap Nilai-Nilai Lain untuk Lebih Mudah Menyesuaikan Diri, maksudnya adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan bisa lebih peka terhadap nilai-nilai kebudayaan lokal(yang sangat banyak jumlahnya) agar ketika kita berbaur dengan lingkungan tertentu kita tidak dianggap asing oleh lingkungan tersebut. Contohnya adalah ketika kita semisal menjadi seorang budayawan yang ingin mempelajari adat dan kebiasaan suku batak maka kita harus setidaknya mempelajari nilai-nilai umum yang dianut di daerah tersebut.
- Memberikan Kesadaran terhadap Mahasiswa Mengenai Nilai-Nilai Hidup dalam Masyarakat, maksudnya adalah lewat IBD mahasiswa harus lebih memerhatikan nilai yang dianut masyarakat secara umum tentang bagaimana kita harus bersikap. Contohya adalah bagaimana kita harus bersikap sopan dan santun terhadap dosen yang sejatinya sangat berjasa dan berpengaruh dalam kehidupan kita.
- Mengembangkan Daya Kritis terhadap Persoalan Kemanusiaan dan Kebudayaan, maksudnya adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan untuk kritis dan turun tangan dalam menghadapi persoalan kemunisiaan dan kebudayaan. Contohnya dalam menyikapi kasus reklamasi bali, kita selaku mahasiswa-yang dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai agen perubahan-harus turut memperjuangkan penolakan reklamasi bali yang hanya akan merusak ekosistem di sana dan menghilangkan ke-khas-an dari Indonesia yang dikenal akan keindahan alamnya.
- Memiliki Pengetahuan yang Luas tentang Kebudayaan Indonesia, yang dimaksud adalah bahwa kita diharapkan agar memperluas pengetahuan kita tentang kebudayaan Indonesia, apalagi karena objek IBD itu sendiri adalah masyarakat Indonesia yang memiliki ragam budaya dan adat maka sudah seyogyanya kita harus memperluas pengetahuan kita tentang kebudayaan kita. Contoh ekstrimnya adalah seorang Menteri Pembangunan Manusia & Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, yang tugas intinya adalah mempertahankan dan mensosialisasikan kebudayaan Indonesia pastilah seorang yang sangat memahami dan luas pengetahuannya akan khazanah kebudayaan Indonesia.
Bisa disimpulkan bahwa mempelajari IBD sangatlah penting untuk menghadapi arus globlisasi yang semakin ganas menggerogoti nilai-nilai dan kebudayaan kita dan diharapkan kita sebagai agen perubahan bisa memberikan kontribusi yang jelas dalam menyelesaikan persoalan kebudayaan Indonesia.