Tuesday, March 24, 2015

Ilmu Budaya Dasar

          Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar(selanjutnya disebut IBD), karena juga disebut disiplin ilmu maka IBD memiliki beberapa tujuan kenapa kita harus mempelajarinya:
  • Lebih Peka terhadap Masalah dan Kebudayaan, yang dimaksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan dapat mengasah hati dan pikiran kita untuk lebih peka terhadap masalah yang ada di sekitar kita dan kebudayaan yang makin ke sini makin tergurus oleh derasnya arus globalisasi. Adapun contohnya adalah berkurangnya minat para pemuda/i terhadap kesenian lokal yang merupakan aset kebudayaan yang sebenarnya harus selalu dijaga karena ramainya media yang menyodorkan keseninan asing dengan terbungkus sangat indah, nah, di saat seperti inilah, kita yang mempelajari IBD diharapkan ikut berpartisipasi dalam terus menjaga kesenian lokal kita.
  • Mengusahakan Kepekaan terhadap Nilai-Nilai Lain untuk Lebih Mudah Menyesuaikan Diri, maksudnya adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan bisa lebih peka terhadap nilai-nilai kebudayaan lokal(yang sangat banyak jumlahnya) agar ketika kita berbaur dengan lingkungan tertentu kita tidak dianggap asing oleh lingkungan tersebut. Contohnya adalah ketika kita semisal menjadi seorang budayawan yang ingin mempelajari adat dan kebiasaan suku batak maka kita harus setidaknya mempelajari nilai-nilai umum yang dianut di daerah tersebut.
  • Memberikan Kesadaran terhadap Mahasiswa Mengenai Nilai-Nilai Hidup dalam Masyarakat, maksudnya adalah lewat IBD mahasiswa harus lebih memerhatikan nilai yang dianut masyarakat secara umum tentang bagaimana kita harus bersikap. Contohya adalah bagaimana kita harus bersikap sopan dan santun terhadap dosen yang sejatinya sangat berjasa dan berpengaruh dalam kehidupan kita.
  • Mengembangkan Daya Kritis terhadap Persoalan Kemanusiaan dan Kebudayaan, maksudnya adalah bahwa lewat IBD kita diharapkan untuk kritis dan turun tangan dalam menghadapi persoalan kemunisiaan dan kebudayaan. Contohnya dalam menyikapi kasus reklamasi bali, kita selaku mahasiswa-yang dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai agen perubahan-harus turut memperjuangkan penolakan reklamasi bali yang hanya akan merusak ekosistem di sana dan menghilangkan ke-khas-an dari Indonesia yang dikenal akan keindahan alamnya.
  • Memiliki Pengetahuan yang Luas tentang Kebudayaan Indonesia, yang dimaksud adalah bahwa kita diharapkan agar memperluas pengetahuan kita tentang kebudayaan Indonesia, apalagi karena objek IBD itu sendiri adalah masyarakat Indonesia yang memiliki ragam budaya dan adat maka sudah seyogyanya kita harus memperluas pengetahuan kita tentang kebudayaan kita. Contoh ekstrimnya adalah seorang Menteri Pembangunan Manusia & Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, yang tugas intinya adalah mempertahankan dan mensosialisasikan kebudayaan Indonesia pastilah seorang yang sangat memahami dan luas pengetahuannya akan khazanah kebudayaan Indonesia.
         Bisa disimpulkan bahwa mempelajari IBD sangatlah penting untuk menghadapi arus globlisasi yang semakin ganas menggerogoti nilai-nilai dan kebudayaan kita dan diharapkan kita sebagai agen perubahan bisa memberikan kontribusi yang jelas dalam menyelesaikan persoalan kebudayaan Indonesia.

Monday, January 19, 2015

SOSIALISASI

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Sedangkan sosialisasi yang saya gunakan akan dijabarkan di paragraf di bawah ini.

Saya adalah tipe orang yang masih pemalu dalam hal melobi hubungan dengan orang lain, saat pertama bertemu biasanya adalah saat yang paling membuat saya gugup, tetapi seiring berjalannya waktu, ketika sudah merasa nyaman dengan yang akan saya jalin hubungan dengannya, saya bias bersikap begitu lepas dan terkadang bias undercontroled.


Kelemahan Saya: Kelemahan saya adalah ketika di saat bertemu, di saat itu biasanya saya sangat gugup, dan Solusinya adalah saya harus lebih sering mempelajari sifat-sifat manusia dengan banyak bergaul dengan orang-orang dengan berbagai kalangan. 

Thursday, November 13, 2014

Tugas Softskill_zubeir muhammad arhesta_5D414042


CV

 

I.                    DATA PRIBADI

 

Nama Lengkap                              : Zubeir Muhammad Arhesta

Tempat, Tanggal Lahir                 : Bekasi, 17 April 1995

Agama                                           : Islam

Status Pekerjaan                           : Mahasiswa

Alamat:                                         : Jl. Carita 1 No. 252, RT 007/08, Rawalumbu,

                                                        Bekasi Timur 17174

Telepon                                         : 081282443960

Kesehatan                                     : Baik

Tinggi Badan                                 : 170 cm

Berat Badan                                  : 90 kg

Golongan Darah                            : A

 

II.                  DATA PENDIDIKAN

 

Pendidikan Formal:

2001-2006             : SDN Pengasinan VII, Bekasi

2006-2007             : SDN Jati 07 Pagi, Rawamangun

2007-2010             : SMAT al-Ma’shum Mardiyah, Cianjur

2010-2013             : SMAT al-Ma’shum Mardiyah, Cianjur

 

III.                KEMAMPUAN

 

1.      Mampu memainkan beberapa alat musik(Gitar, Bass, dan Piano/Keyboard)
 
 
 
 
ESSAY
 
Nama saya Zubeir Muhammad Arhesta, saya lahir di Bekasi. Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Saya sedang menempuh kuliah s1 jurusan teknik informatika di Universitas Gunadarma. Saya sangat menyukai pelajaran Fisika sejak SMA, sebelum itu sebenarnya saya sangat awam akan pelajaran itu, tetapi karena modal cinta dan motivasi terhadap pelajaran itu juga terhadap bidang mekanika(yang datangnya entah dari mana), saya mulai mendalami pelajaran itu dan menekuninya sebisa saya dan pada akhirnya alhamdulillaah cinta saya pada fisika dan mekanika berbuah mengertinya saya di bidang itu .  Dari sepenggal kalimat sebelum ini saya menyimpulkan bahwa saya memiliki kelebihan yaitu saya akan sangat memperjuangkan apa yang saya cintai, karena perusahaan Bapak adalah perusahan yang berkaitan dengan Mekanika dan bidang yang saya lamarpun di bagian mechanical analyst, saya menjamin  saya akan sangat akan sangat produktif dalam menjalani bidang yang saya kerjakan kalau Bapak menghendaki saya bergabung di perusahaan Bapak.
 
 
 

 

 

 

 

 

 

Thursday, October 9, 2014

Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial



Membahas perbedaan ilmu sosial dasar dengan ilmu pengetahuan sosial bisa dimulai dengan membahas definisi masing-masing ilmu tersebut.  Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian(fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial. Sedangkan ilmu pengetahuan sosial adalah pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan  masyarakat.

Sehingga bisa disimpulkanlah perbedaan antara ilmu sosial dasar dengan ilmu pengetahuan sosial.  Adapun perbedaannya adalah:


1. Ilmu sosial dasar dibrikan di perguruan tinggi, sedangkan IPS diberikan di SD hingga SMA
2. Ilmu Sosial Dasar  merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS terdiri sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
3. Ilmu Sosial Dasar  diarahkan untuk pembentukan sikap, sedangkan IPS diarahkan untuk pembentukan keterampilan.


 

Source: 21jumir.blogspot.com