Saturday, May 9, 2015

MANUSIA & KEADILAN



“Manusia & Keadilan” menjadi salah satu pembahasan IBD adalah karena dalam kehidupan ini selalu ada yang memimpin dan yang dipimpin. Di antara kedua itu ada jembatan penghubung, ketika jembatan itu baik, maka akan ada sinkronisasi di antara keduanya, jika tidak, tidak ada, jembatan itu adalah keadilan. Keadilan menjadi sesuatu yang paling disorot ketika membahas tentang kepemimpinan karena pemimpin yang baik dilihat dari keadilannya dalam menyikapi permasalahan yang ada pada yang mereka pimpin.

Contoh kasus yang akan diangkat dalam pembahasan “Manusia & Keadilan” ialah cerita tentang Khalifah ‘Umar ibni al-Khattab’ ra.(selanjutnya disebut Umar). Ketika Umar diangkat menjadi khalifah(pemimpin tertinggi umat islam saat itu), tidak ada maksud dan tujuan yang paling dia ingin wujudkan kecuali kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya(meliputi muslim dan non-muslim). Ada banyak cerita yang menggambarkan keadilan dan kepeduliannya terhadap rakyatnya, di antaranya ialah ketika Umat Islam mengekspansi wilayahnya sehingga sebagian wilayah roma dan seluruh wilayah Persia(dua kerajaan paling besar di jaman itu) berhasil ditaklukan oleh kaum muslim, usaha itu tidak lepas dari peran salah  satu panglima perang terhebat kaum muslimin yaitu ‘Khalid ibn waliid’(selanjutnya disebut Khalid), meskipun perannya membawa banyak benefit bagi kaum muslim dan dia dingkat menjadi salah satu gubernur di daerah yang berhasil dikuasai kaum muslim tersebut dan juga walaupun dia adalah salah satu teman akrab ‘Umar ketika masih muda, Umar tidak memperlakukan dia dengan special, Umar tetap menganggapnya sebagai salah satu petugasnya yang harus tetap patuh di bawah aturan islam sehingga sampai suatu saat ketika ketika Khalid melenceng dari kesepakatan yang telah dibuat ‘Umar dengan para gubernur-gubernurnya(salah satunya Khalid) demi kemaslahatan umat, Umar tak segan-segan mencabut peran khalid sebagai gubernur walaupun Khalid memiliki 3 peran penting bagi kaum muslimin pada umumnya, keputusan Umar sempat diprotes oleh Bani Makhzum yang merupakan kerabat Khalid, tetapi karena ketegasannya, Umar tetap dalam keputusannya menurunkan Khalid dari jabatannya hingga pada akhir hayat Khalid, dia menyadari bahwa keputusan yang diambil Umar pada saat itu tidaklah karena masalah pribadi atau apapun melainkan demi kemaslahatan kaum muslimin.

Di antara contoh yang lain ialah, ketika kekhalifahan di bawah pemerintahan Umar sudah sangat luas dalam segi wilayah dan baitul Mal(kas Negara) sudah sangat melimpah, suatu ketika Umar berkunjung ke Mekah bersama para sahabatnya hingga di samping ka’bah ada sahabatnya yang berkomentar untuk mengganti kain ka’bah  karena terlihat mulai usang, tetapi Umar menjawabnya dengan kata-kata “Hunaaka buthuunul mu-miniin!” yang artinya adalah “Di luar sana masih banyak kaum mukminiin yang kelaparan!”.


Dari cerita di atas, dengan keadilan yang diperlihatkan oleh Umar, Islam menjadi komunitas yang sangat disegani di masa itu dan dengan keadilan Umar masyarakatnya menjadi sejahtera di bawah kepemimpinannya. Kita sebagai mahasiswa yang telah mempelajari konsep “Manusia & Keadilan” yang di masa mendatang mungkin ada yang menjadi pemimpin atau yang dipimpin, harus tetap memegang teguh keadilan sehingga yang memimpin dapat memberi keputusan yang adil sedangkan yang dipimpin dapat memilih dengan bijak siapa pemimpin yang sekiranya dapat berlaku adil bagi rakyatnya.

MANUSIA & PENDERITAAN



            Manusia sebagai subjek utama dalam panggung dunia ini, tetap diatur sedemikian rupa oleh Tuhan yang Maha Esa sehingga dalam hidupnya pasti akan diuji dengan hal baik dengan harapan manusia mampu bersyukur atau diuji dengan hal buruk dengan harapan manusia dapat bersabar sehingga jika harapan itu terpenuhi manusia akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dalam kisah hidupnya. Tuhan dalam menguji manusia biasanya melalui perantara, bisa lewat alam atau lewat manusia yang lain. Dalam kesempatan ini kita akan membahas hal kedua yang diujikan kepada manusia yaitu keburukan atau dalam kesempatan ini redaksinya kita ubah menjadi penderitaan.

            Manusia tidak ada-satupun dari mereka-yang tidak pernah mengalami penderitaan, baik penderitaan fisik ataupun psikis, dalam hidupnya. Sehingga “Manusia & Penderitaan” menjadi salah satu pembahasan dalam IBD. “Manusia & Penderitaan” menjadi salah satu pembahasaan dalam IBD  adalah karena ketika manusia diuji dengan penderitaan, Tuhan memiliki maksud-maksud tertentu, yang mungkin di antara maksud-maksud-Nya ialah untuk menguji seberapa sabar hamba-Nya yang diuji dan seberapa simpatinya hamba-Nya yang lain yang berkerabat dengan yang diuji. Dari statement di atas, kita bisa menarik sebuah kasus. Misalnya kasus gempa bumi yang terjadi di Padang beberapa waktu lalu. Kita sebagai mahasiswa dan juga berstatus sama dengan mereka yaitu sama-sama warga Indonesia seharusnya memiliki rasa simpati yang diwujudkan minimal dengan doa agar beban yang mereka rasakan diangkat oleh Tuhan karena kita sudah mempelajari tentang manusia dan penderitaan juga karena kita memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka yaitu sesama bangsa Indonesia, kalaupun tidak sesama bangsa Indonesia, masih ada alasan yang membuat kita seharusnya tetap membantu mereka yang sedang diuji dengan penderitaan yaitu dengan alasan karena kita sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan.