“Manusia
& Keadilan” menjadi salah satu pembahasan IBD adalah karena dalam kehidupan
ini selalu ada yang memimpin dan yang dipimpin. Di antara kedua itu ada
jembatan penghubung, ketika jembatan itu baik, maka akan ada sinkronisasi di antara
keduanya, jika tidak, tidak ada, jembatan itu adalah keadilan. Keadilan menjadi
sesuatu yang paling disorot ketika membahas tentang kepemimpinan karena
pemimpin yang baik dilihat dari keadilannya dalam menyikapi permasalahan yang
ada pada yang mereka pimpin.
Contoh
kasus yang akan diangkat dalam pembahasan “Manusia & Keadilan” ialah cerita
tentang Khalifah ‘Umar ibni al-Khattab’ ra.(selanjutnya
disebut Umar). Ketika Umar diangkat menjadi khalifah(pemimpin tertinggi umat
islam saat itu), tidak ada maksud dan tujuan yang paling dia ingin wujudkan
kecuali kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya(meliputi muslim dan
non-muslim). Ada banyak cerita yang menggambarkan keadilan dan kepeduliannya
terhadap rakyatnya, di antaranya ialah ketika Umat Islam mengekspansi
wilayahnya sehingga sebagian wilayah roma dan seluruh wilayah Persia(dua
kerajaan paling besar di jaman itu) berhasil ditaklukan oleh kaum muslim, usaha
itu tidak lepas dari peran salah satu
panglima perang terhebat kaum muslimin yaitu ‘Khalid ibn waliid’(selanjutnya disebut Khalid), meskipun perannya
membawa banyak benefit bagi kaum muslim dan dia dingkat menjadi salah satu
gubernur di daerah yang berhasil dikuasai kaum muslim tersebut dan juga
walaupun dia adalah salah satu teman akrab ‘Umar ketika masih muda, Umar tidak
memperlakukan dia dengan special, Umar tetap menganggapnya sebagai salah satu
petugasnya yang harus tetap patuh di bawah aturan islam sehingga sampai suatu
saat ketika ketika Khalid melenceng dari kesepakatan yang telah dibuat ‘Umar
dengan para gubernur-gubernurnya(salah satunya Khalid) demi kemaslahatan umat,
Umar tak segan-segan mencabut peran khalid sebagai gubernur walaupun Khalid
memiliki 3 peran penting bagi kaum muslimin pada umumnya, keputusan Umar sempat
diprotes oleh Bani Makhzum yang
merupakan kerabat Khalid, tetapi karena ketegasannya, Umar tetap dalam
keputusannya menurunkan Khalid dari jabatannya hingga pada akhir hayat Khalid,
dia menyadari bahwa keputusan yang diambil Umar pada saat itu tidaklah karena
masalah pribadi atau apapun melainkan demi kemaslahatan kaum muslimin.
Di antara
contoh yang lain ialah, ketika kekhalifahan di bawah pemerintahan Umar sudah
sangat luas dalam segi wilayah dan baitul Mal(kas Negara) sudah sangat
melimpah, suatu ketika Umar berkunjung ke Mekah bersama para sahabatnya hingga
di samping ka’bah ada sahabatnya yang berkomentar untuk mengganti kain
ka’bah karena terlihat mulai usang,
tetapi Umar menjawabnya dengan kata-kata “Hunaaka
buthuunul mu-miniin!” yang artinya adalah “Di luar sana masih banyak kaum
mukminiin yang kelaparan!”.
Dari cerita
di atas, dengan keadilan yang diperlihatkan oleh Umar, Islam menjadi komunitas
yang sangat disegani di masa itu dan dengan keadilan Umar masyarakatnya menjadi
sejahtera di bawah kepemimpinannya. Kita sebagai mahasiswa yang telah
mempelajari konsep “Manusia & Keadilan” yang di masa mendatang mungkin ada
yang menjadi pemimpin atau yang dipimpin, harus tetap memegang teguh keadilan
sehingga yang memimpin dapat memberi keputusan yang adil sedangkan yang
dipimpin dapat memilih dengan bijak siapa pemimpin yang sekiranya dapat berlaku
adil bagi rakyatnya.