Manusia
sebagai subjek utama dalam panggung dunia ini, tetap diatur sedemikian rupa
oleh Tuhan yang Maha Esa sehingga dalam hidupnya pasti akan diuji dengan hal
baik dengan harapan manusia mampu bersyukur atau diuji dengan hal buruk dengan
harapan manusia dapat bersabar sehingga jika harapan itu terpenuhi manusia akan
naik ke jenjang yang lebih tinggi dalam kisah hidupnya. Tuhan dalam menguji
manusia biasanya melalui perantara, bisa lewat alam atau lewat manusia yang
lain. Dalam kesempatan ini kita akan membahas hal kedua yang diujikan kepada
manusia yaitu keburukan atau dalam kesempatan ini redaksinya kita ubah menjadi
penderitaan.
Manusia
tidak ada-satupun dari mereka-yang tidak pernah mengalami penderitaan, baik
penderitaan fisik ataupun psikis, dalam hidupnya. Sehingga “Manusia &
Penderitaan” menjadi salah satu pembahasan dalam IBD. “Manusia &
Penderitaan” menjadi salah satu pembahasaan dalam IBD adalah karena ketika manusia diuji dengan
penderitaan, Tuhan memiliki maksud-maksud tertentu, yang mungkin di antara
maksud-maksud-Nya ialah untuk menguji seberapa sabar hamba-Nya yang diuji dan
seberapa simpatinya hamba-Nya yang lain yang berkerabat dengan yang diuji. Dari
statement di atas, kita bisa menarik
sebuah kasus. Misalnya kasus gempa bumi yang terjadi di Padang beberapa waktu
lalu. Kita sebagai mahasiswa dan juga berstatus sama dengan mereka yaitu
sama-sama warga Indonesia seharusnya memiliki rasa simpati yang diwujudkan
minimal dengan doa agar beban yang mereka rasakan diangkat oleh Tuhan karena
kita sudah mempelajari tentang manusia dan penderitaan juga karena kita
memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka yaitu sesama bangsa Indonesia,
kalaupun tidak sesama bangsa Indonesia, masih ada alasan yang membuat kita
seharusnya tetap membantu mereka yang sedang diuji dengan penderitaan yaitu
dengan alasan karena kita sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan.
No comments:
Post a Comment