Dalam IBD, “Manusia & Pandangan
Hidup” menjadi salah satu pembahasan karena memiliki implikasi yang aplikatif
dan bermanfaat bagi mahasiswa yang mempelajarinya. Perkembangan zaman yang
pesat seiring dengan makin derasnya arus globalisasi yang melanda negeri kita,
baik itu membawa hal baik atau buruk, tetapi yang disorot pada kali ini ada hal
buruk yang dibawa oleh globalisasi yaitu meningkatnya jumlah generasi muda kita
yang dimabukkan oleh gadget.
Semakin
pesatnya kemajuan teknologi sebagai salah satu dampak globalisasi tidak mesti
berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan(dari segala aspek) para pemakainya,
bahkan justru dampaknya lebih menunjukkan ke arah negatif karena mereka terlalu
dimanjakkan oleh hal-hal tersebut. Salah satu dampak buruk yang timbul dari hal
tersebut adalah generasi kita terlalu dimanjakkan(disibukkan) dengan gadget mereka sehingga fokus mereka lebih
sering terbelokkan ke hal tersebut dan hal yang jatuhnya lebih positif bagi
mereka seperti belajar, berolahraga, berorganisasi, berkarya dan hal positif
lainnya menjadi tak sempat dikerjakan oleh mereka bahkan mungkin dipikirkan pun
tidak dan ini menyebabkan generasi kita seakan kehilangan arah hidup,
keseharian mereka lebih sering disibukkan dengan gadget mereka sendiri.
Jika
hal tersebut dibiarkan seperti itu terus, bisa berkemungkinan berkurangnya
jumlah manusia dari generasi tersebut yang memiliki sifat kompetitif,
prestatif, dan produktif karena terlalu dimanjakannya mereka dengan hal
tersebut. Apakah mereka tidak sadar bahwa orang-orang dibalik teknologi yang
mereka gunakan justru orang yang menghindari kecanduan hal tersebut? Maka dari
itu materi “Manusia & Pandangan Hidup” menjadi pembahasan dalam IBd karena
diharapkan mahasiswa(sebagai agent of
change) setelah mempelajari ini memiliki kesadaran dan ikut andil dalam
mengarahkan adik-adiknya agar tidak terlalu disibukkan ole gadget dan teknologi sejenisnya dimulai dari lingkungan terkecil
dan terdekat yaitu diri sendiri dan
keluarga, kemudian diteruskan ke lingkungan yang lebih luas melalui
penyuluhan-penyuluhan.
No comments:
Post a Comment