Thursday, June 25, 2015

Manusia & Pandangan Hidup

              Dalam IBD, “Manusia & Pandangan Hidup” menjadi salah satu pembahasan karena memiliki implikasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi mahasiswa yang mempelajarinya. Perkembangan zaman yang pesat seiring dengan makin derasnya arus globalisasi yang melanda negeri kita, baik itu membawa hal baik atau buruk, tetapi yang disorot pada kali ini ada hal buruk yang dibawa oleh globalisasi yaitu meningkatnya jumlah generasi muda kita yang dimabukkan oleh gadget.
            Semakin pesatnya kemajuan teknologi sebagai salah satu dampak globalisasi tidak mesti berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan(dari segala aspek) para pemakainya, bahkan justru dampaknya lebih menunjukkan ke arah negatif karena mereka terlalu dimanjakkan oleh hal-hal tersebut. Salah satu dampak buruk yang timbul dari hal tersebut adalah generasi kita terlalu dimanjakkan(disibukkan) dengan gadget mereka sehingga fokus mereka lebih sering terbelokkan ke hal tersebut dan hal yang jatuhnya lebih positif bagi mereka seperti belajar, berolahraga, berorganisasi, berkarya dan hal positif lainnya menjadi tak sempat dikerjakan oleh mereka bahkan mungkin dipikirkan pun tidak dan ini menyebabkan generasi kita seakan kehilangan arah hidup, keseharian mereka lebih sering disibukkan dengan gadget mereka sendiri.
            Jika hal tersebut dibiarkan seperti itu terus, bisa berkemungkinan berkurangnya jumlah manusia dari generasi tersebut yang memiliki sifat kompetitif, prestatif, dan produktif karena terlalu dimanjakannya mereka dengan hal tersebut. Apakah mereka tidak sadar bahwa orang-orang dibalik teknologi yang mereka gunakan justru orang yang menghindari kecanduan hal tersebut? Maka dari itu materi “Manusia & Pandangan Hidup” menjadi pembahasan dalam IBd karena diharapkan mahasiswa(sebagai agent of change) setelah mempelajari ini memiliki kesadaran dan ikut andil dalam mengarahkan adik-adiknya agar tidak terlalu disibukkan ole gadget dan teknologi sejenisnya dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat  yaitu diri sendiri dan keluarga, kemudian diteruskan ke lingkungan yang lebih luas melalui penyuluhan-penyuluhan.

            

No comments:

Post a Comment