Thursday, June 25, 2015

Manusia & Harapan

         “Manusia & Harapan” adalah materi yang berlawanan dengan “Manusia & Kegelisahan”. Materi ini diajarkan agar mahasiswa bisa menjadi agent of change yang motifatif sehingga object of change-nya memiliki harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
            Kasus yang diangkat kita saat ini adalah sejarah tentang bagaimana dulu Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. bisa menjadi begitu besar menjadi seperti saat ini karena harapan kaum muslimin yang dibentuk oleh nabi Muhammad saw. begitu kuat. Ketika islam belum hadir, mekah adalah kota yang sangat ramai dan masyarakatnya terbagi-bagi menjadi komunitas-komunitas berdasarkan keturunan mereka. Masyarakatnya juga sangat menjujung adat mereka yang diwarisi secara turun menurun yaitu penyembahan terhadap berhala. Bisa dikatakan hampir mustahil bisa menyebarkan sesuatu yang baru dan sangat fundamental apalagi itu sangat bertentangan dengat adat masyarakat mekah saat itu, tetapi harapan dan tekad Muhammad saw. serta bantuan Allaah melalui perantara para sahabatnya yang saat itu masih lemah secara jumlah dan pengaruh menjadikan Islam bisa bertahan dalam kondisi seperti itu yang di kemudian bahkan menjadi penguasa tempat tersebut dengan izin Allaah. Wallaahu a’lam.
            Dari cerita di atas(yang kurang lebih seperti itu) bisa diambil pelajaran bahwa manusia dengan harapan bisa menjadi sangat kuat. Maka dari itu diharapkan mahasiswa setelah mempelajari materi “Manusia & Harapan” ini bisa menjadi sosok yang motifatif dan penuh harapan sehinnga meskipun jumlah mahasiswa sedikit(menurut suatu pendapat persentasi mahasiswa dibandingkan yang bukan mahasiswa sangat kecil), tetapi memiliki pengaruh yang kuat.

            

Manusia & Kegelisahan

Kasus yang kita angkat dari tema “Manusia & Kegelisahan” adalah maraknya generasi muda yang berkelut di dunia media sosial sering mem-update status yang kontennya mengandung unsur kegelisahan dan biasanya hal yang dikeluhkan oleh kebanyakan mereka adalah soal percintaan.
                Percintaan yang dilakukan oleh pemuda biasa disebut pacaran. Dalam agama islam sendiri pacaran adalah hal yang tabu bahkan dilarang. Ternyata larangan dalam islam tentang pacaran memang bersifat preventif dan memiliki nilai positif serta jika dilanggar memiliki dampak negatif. Satu dari dampak negative dari berpacaran adalah  seringnya si pelaku merasakan kegelisahan karena memikirkan sesuatu yang memang seharusnya belum dipikirakan oleh si pelaku dan dari situ masalah bercabang, pelaku jadi tidak focus belajar dan mengukir prestasi, bahkan yang paling buruk kegelisahan si pelaku bisa membuatnya stress sehingga ada yang bunuh diri dan hal tersebut sering terjadi.

                Maka setelah mempelajari hal ini mahasiswa diharapkan untuk tidak terjebak dalam cinta yang terlarang tersebut sehingga bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya.

Manusia & Tanggung Jawab

“Manusia & Tanggung Jawab” menjadi salah satu materi dari IBD mungkin beranjak dari para pakar psikolog Indonesia yang melihat lemahnya rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh bangsa ini dan tentu saja hal tersebut membawa dampak yang buruk bagi bangsa ini sehingga dibuatlah materi IBD yang membahas tentang tanggung jawab.

Kasus yang akan diangkat pada kesemapatan kali ini adalah hal kecil yang sering terjadi, tetapi menimbulkan dampak yang besar yaitu buang sampah sembarangan(BSS). BSS adalah salah satu masalah tanggung jawab yang sangat memprihatinkan karena begitu mendarah daging dan membudaya di masyarakat kita. Berbagai cara dan slogan ramai dibuat oleh para aktivis pecinta lingkungan juga oleh pemerintah  agar menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, tetapi tetap saja hal itu belum menghasilkan sesuatu yang signifikan. Walau seperti mustahil usaha dan doa harus tetap dilakukan oleh kita maka materi “Manusia & Tanggung Jawab” dimasukkan ke dalam IBD dengan harapan kita, mahasiswa, juga ikut andil dalam memberantas budaya BSS ini lagi-lagi dimulai dari lingkungan terkecil dan agar anti-BSS ini juga mendarah daging di objek kita, maka pendidikan anti-BSS sebagai bentuk pelatihan rasa tanggung jawab harus dimulai dari kecil. 

Manusia & Pandangan Hidup

              Dalam IBD, “Manusia & Pandangan Hidup” menjadi salah satu pembahasan karena memiliki implikasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi mahasiswa yang mempelajarinya. Perkembangan zaman yang pesat seiring dengan makin derasnya arus globalisasi yang melanda negeri kita, baik itu membawa hal baik atau buruk, tetapi yang disorot pada kali ini ada hal buruk yang dibawa oleh globalisasi yaitu meningkatnya jumlah generasi muda kita yang dimabukkan oleh gadget.
            Semakin pesatnya kemajuan teknologi sebagai salah satu dampak globalisasi tidak mesti berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan(dari segala aspek) para pemakainya, bahkan justru dampaknya lebih menunjukkan ke arah negatif karena mereka terlalu dimanjakkan oleh hal-hal tersebut. Salah satu dampak buruk yang timbul dari hal tersebut adalah generasi kita terlalu dimanjakkan(disibukkan) dengan gadget mereka sehingga fokus mereka lebih sering terbelokkan ke hal tersebut dan hal yang jatuhnya lebih positif bagi mereka seperti belajar, berolahraga, berorganisasi, berkarya dan hal positif lainnya menjadi tak sempat dikerjakan oleh mereka bahkan mungkin dipikirkan pun tidak dan ini menyebabkan generasi kita seakan kehilangan arah hidup, keseharian mereka lebih sering disibukkan dengan gadget mereka sendiri.
            Jika hal tersebut dibiarkan seperti itu terus, bisa berkemungkinan berkurangnya jumlah manusia dari generasi tersebut yang memiliki sifat kompetitif, prestatif, dan produktif karena terlalu dimanjakannya mereka dengan hal tersebut. Apakah mereka tidak sadar bahwa orang-orang dibalik teknologi yang mereka gunakan justru orang yang menghindari kecanduan hal tersebut? Maka dari itu materi “Manusia & Pandangan Hidup” menjadi pembahasan dalam IBd karena diharapkan mahasiswa(sebagai agent of change) setelah mempelajari ini memiliki kesadaran dan ikut andil dalam mengarahkan adik-adiknya agar tidak terlalu disibukkan ole gadget dan teknologi sejenisnya dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat  yaitu diri sendiri dan keluarga, kemudian diteruskan ke lingkungan yang lebih luas melalui penyuluhan-penyuluhan.

            

Saturday, May 9, 2015

MANUSIA & KEADILAN



“Manusia & Keadilan” menjadi salah satu pembahasan IBD adalah karena dalam kehidupan ini selalu ada yang memimpin dan yang dipimpin. Di antara kedua itu ada jembatan penghubung, ketika jembatan itu baik, maka akan ada sinkronisasi di antara keduanya, jika tidak, tidak ada, jembatan itu adalah keadilan. Keadilan menjadi sesuatu yang paling disorot ketika membahas tentang kepemimpinan karena pemimpin yang baik dilihat dari keadilannya dalam menyikapi permasalahan yang ada pada yang mereka pimpin.

Contoh kasus yang akan diangkat dalam pembahasan “Manusia & Keadilan” ialah cerita tentang Khalifah ‘Umar ibni al-Khattab’ ra.(selanjutnya disebut Umar). Ketika Umar diangkat menjadi khalifah(pemimpin tertinggi umat islam saat itu), tidak ada maksud dan tujuan yang paling dia ingin wujudkan kecuali kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya(meliputi muslim dan non-muslim). Ada banyak cerita yang menggambarkan keadilan dan kepeduliannya terhadap rakyatnya, di antaranya ialah ketika Umat Islam mengekspansi wilayahnya sehingga sebagian wilayah roma dan seluruh wilayah Persia(dua kerajaan paling besar di jaman itu) berhasil ditaklukan oleh kaum muslim, usaha itu tidak lepas dari peran salah  satu panglima perang terhebat kaum muslimin yaitu ‘Khalid ibn waliid’(selanjutnya disebut Khalid), meskipun perannya membawa banyak benefit bagi kaum muslim dan dia dingkat menjadi salah satu gubernur di daerah yang berhasil dikuasai kaum muslim tersebut dan juga walaupun dia adalah salah satu teman akrab ‘Umar ketika masih muda, Umar tidak memperlakukan dia dengan special, Umar tetap menganggapnya sebagai salah satu petugasnya yang harus tetap patuh di bawah aturan islam sehingga sampai suatu saat ketika ketika Khalid melenceng dari kesepakatan yang telah dibuat ‘Umar dengan para gubernur-gubernurnya(salah satunya Khalid) demi kemaslahatan umat, Umar tak segan-segan mencabut peran khalid sebagai gubernur walaupun Khalid memiliki 3 peran penting bagi kaum muslimin pada umumnya, keputusan Umar sempat diprotes oleh Bani Makhzum yang merupakan kerabat Khalid, tetapi karena ketegasannya, Umar tetap dalam keputusannya menurunkan Khalid dari jabatannya hingga pada akhir hayat Khalid, dia menyadari bahwa keputusan yang diambil Umar pada saat itu tidaklah karena masalah pribadi atau apapun melainkan demi kemaslahatan kaum muslimin.

Di antara contoh yang lain ialah, ketika kekhalifahan di bawah pemerintahan Umar sudah sangat luas dalam segi wilayah dan baitul Mal(kas Negara) sudah sangat melimpah, suatu ketika Umar berkunjung ke Mekah bersama para sahabatnya hingga di samping ka’bah ada sahabatnya yang berkomentar untuk mengganti kain ka’bah  karena terlihat mulai usang, tetapi Umar menjawabnya dengan kata-kata “Hunaaka buthuunul mu-miniin!” yang artinya adalah “Di luar sana masih banyak kaum mukminiin yang kelaparan!”.


Dari cerita di atas, dengan keadilan yang diperlihatkan oleh Umar, Islam menjadi komunitas yang sangat disegani di masa itu dan dengan keadilan Umar masyarakatnya menjadi sejahtera di bawah kepemimpinannya. Kita sebagai mahasiswa yang telah mempelajari konsep “Manusia & Keadilan” yang di masa mendatang mungkin ada yang menjadi pemimpin atau yang dipimpin, harus tetap memegang teguh keadilan sehingga yang memimpin dapat memberi keputusan yang adil sedangkan yang dipimpin dapat memilih dengan bijak siapa pemimpin yang sekiranya dapat berlaku adil bagi rakyatnya.

MANUSIA & PENDERITAAN



            Manusia sebagai subjek utama dalam panggung dunia ini, tetap diatur sedemikian rupa oleh Tuhan yang Maha Esa sehingga dalam hidupnya pasti akan diuji dengan hal baik dengan harapan manusia mampu bersyukur atau diuji dengan hal buruk dengan harapan manusia dapat bersabar sehingga jika harapan itu terpenuhi manusia akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dalam kisah hidupnya. Tuhan dalam menguji manusia biasanya melalui perantara, bisa lewat alam atau lewat manusia yang lain. Dalam kesempatan ini kita akan membahas hal kedua yang diujikan kepada manusia yaitu keburukan atau dalam kesempatan ini redaksinya kita ubah menjadi penderitaan.

            Manusia tidak ada-satupun dari mereka-yang tidak pernah mengalami penderitaan, baik penderitaan fisik ataupun psikis, dalam hidupnya. Sehingga “Manusia & Penderitaan” menjadi salah satu pembahasan dalam IBD. “Manusia & Penderitaan” menjadi salah satu pembahasaan dalam IBD  adalah karena ketika manusia diuji dengan penderitaan, Tuhan memiliki maksud-maksud tertentu, yang mungkin di antara maksud-maksud-Nya ialah untuk menguji seberapa sabar hamba-Nya yang diuji dan seberapa simpatinya hamba-Nya yang lain yang berkerabat dengan yang diuji. Dari statement di atas, kita bisa menarik sebuah kasus. Misalnya kasus gempa bumi yang terjadi di Padang beberapa waktu lalu. Kita sebagai mahasiswa dan juga berstatus sama dengan mereka yaitu sama-sama warga Indonesia seharusnya memiliki rasa simpati yang diwujudkan minimal dengan doa agar beban yang mereka rasakan diangkat oleh Tuhan karena kita sudah mempelajari tentang manusia dan penderitaan juga karena kita memiliki hubungan kekerabatan dengan mereka yaitu sesama bangsa Indonesia, kalaupun tidak sesama bangsa Indonesia, masih ada alasan yang membuat kita seharusnya tetap membantu mereka yang sedang diuji dengan penderitaan yaitu dengan alasan karena kita sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan.


Sunday, April 26, 2015

MANUSIA & KEINDAHAN

Di dalam IBD, kita mempelajari topik ”Manusia & Keindahan”. Kita mempelajari konsep “Manusia & Keindahan” agar kita tahu apa fungsi Manusia terhadap Keindahan yang melekat kepada seluruh makhluk-Nya. Dalam pembahasan ini kita akan mengangkat kasus yang terjadi hamper di setiap sudut bumi ini yaitu pembuangan sampah secara sembarangan. Ketika membahas membuang sampah sembarangan, Indonesia adalah salah satu subjek yang tepat untuk dibahas. Di beberapa web atau blog yang biasa mempost daftar-daftar top 10 sesuatu, ketika sesuatu itu adalah tentang sungai paling kotor di dunia, biasanya sungai Citarum ditempatkan di posisi pertama list tersebut. Dalam kasus tersebut yang seharusnya dikomentari adalah mental dan budaya masyarakat Indonesia yang belum “Manusia & Keindahan” minded.

Maka dari itu di dalam IBD “Manusia & Keindahan” menjadi salah satu topik yang dibahas karena setelah mempalajari konsep tersebut kita diharapkan bisa berkontribusi dalam membangun masyarakat yang biasa berbudaya bersih dan menjaga lingkungan sehingga manusia memiliki fungsi yang baik terhadap keindahan sebagai sesuatu yang melekat pada diri seluruh makhluk-Nya.